try another color:
try another fontsize: 60% 70% 80% 90%

Articles

Pendidikan Entrepreneurship Perlu Dilakukan Dengan Cara Yang Tepat

Oleh Agung B. Waluyo, PhD Tulisan laporan Kompas yang berjudul “Wirausaha Tidak Bisa Dilatih” pada hari Kamis, 18 November lalu menimbulkan kontroversi yang tidak perlu karena tanpa pembacaan yang rinci tulisan dengan judul yang dicetak dengan huruf besar dan tebal akan kontra produktif dengan pesan yang ingin disampaikan.   Ketika duduk disebelah Carl J. Schramm mendengarkan jawaban atas pertanyaan yang disampaikan oleh Pak Jacob Utama kepada Carl tentang apakah entrepreneurs dilahirkan atau dilatih saya melihat jawaban Carl justru meneguhkan bahwa Entrepreneurship perlu diajarkan namun memang tidak melalui pendidikan klasik yang dimengerti oleh kebanyakan. Jawaban Carl sebenarnya bisa disimpulkan dengan kalimat bahwa entrepreneurship dapat diajarkan oleh guru yang tepat, dengan metode yang tepat, kepada murid yang tepat dan dalam lingkungan yang tepat. Maka ketika pendidikan dimengerti dalam konteks pendidikan dalam kelas dengan cara mengajar yang klasik maka pendidikan seperti ini tidak bisa dipakai untuk mengajarkan entrepreneurship.

Apa Kata Mereka Setelah Mengikuti CES School Leaders Workshop?

Pada tanggal 18-20 Agustus 2010, Ciputra Entrepreneurship School (CES) mengadakan School Leaders Workshop selama 3 hari. Para peserta adalah para perwakilan dari sekolah Don Bosco, Sekolah Damai, Sekolah Tunas Metropolitan, SCK Manado,SCB tangerang dan SCB Jonggol   Para peserta sangat beragam, mulai dari guru, kepala sekolah hingga pihak yayasan. Apa kesan-kesan dan manfaat dari pelatihan yang mereka ikuti selama 3 hari tersebut? Demikian testimoni mereka. 

Ciptakan Jiwa Entrepreneur, Sekarang!

Oleh : Nurul Firdausi - Dosen STIE Pertiba Pangkalpinang Alumni TOT Entrepreneurship DIKTI dan UCEC Batch-16 Beberapa waktu yang lalu saya mengikuti Training of Trainers Pendidikan Entrepreneurship bagi dosen perguruan tinggi se-Indonesia. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi (DIKTI) berkerjasama dengan Univesitas Ciputra Entrepreneurship Center (UCEC) Surabaya tersebut, mengharapkan adanya peran lebih perguruan tinggi dalam mempersiapkan lulusannya. Bukan saja dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja, tapi diharapkan akan menjadi entrepreneur baru, yang mampu menciptakan lapangan kerja bukan mencari kerja.

Entrepreneurship Makes New Job Creation Possible

Unemployment among university graduates in Indonesia reached the alarming figure of 1.1 million at the end of 2008. One way of reducing this number is through a systematic entrepreneurship education program for students. For this to have any chance of sustainable success, a synergy is needed involving government, university, business and social figures.

Sambutan Ketua Pengurus Yayasan Tarumanagara Pada Penutupan TOT UNTAR

  Bapak ibu yang saya hormati, Selamat Siang dan salam sejahtera Kepada Yth : - Ketua Pembina Yayasan Tarumanagara Dr Ir.Ciputra; - Wakil Ketua Pembina Yayasan Tarumanagara Prof.Dr.Singgih Dirga Gunarsa beserta Anggota; - Rektor, Dr.Monty P Satiadarma,MS/AT.,MCP/MFCC.,DCH Psi beserta Wakil Rektor - Para peserta Pelatihan Training Of  Trainers Entrepreneuship  

Belajar Dari Kansas Melahirkan Entrepreneur Global

Kansas merupakan negara bagian di Amerika Serikat yang cukup makmur. Penghasilannya kebanyakan berasal dari peternakan, pertanian terutama gandum dan agrobisnis lainnya. Seiring dengan kemajuan zaman dan perkembangan teknologi Internet, tren pekerjaan mulai bergeser ke arah produk-produk digital yang sering disebut sebagai the new economy. Beberapa negara bagian di AS mengalami perkembangan dahsyat di bidang ini, yaitu California, Texas, Washington, Pennsylvania, dan New York.

Pendidikan Entrepreneur K-12, Ciputra Way Membangun Manusia

Pengantar Pendidikan Entreprepreneur K-12, Ciputra Way tidak sekedar berhubungan dengan cara belajar dan dunia jual beli, tapi bagaimana mengembangkan manusia untuk tumbuh dengan kesadaran tentang harga dirinya disertai cara berpikir dan karakter entrepreneurial. Cerita yang dikirim oleh seorang guru yang membantu Sekolah Dharma Bakti Garut. Menerapkan pendidikan entrepreneur. Walaupun sekolah ini kecil tapi mereka ingin berkembang dengan prinsip-prinsip pendidikan entrepreneur . Inilah sebuah contoh yang membuktikan sisi manusia dari pendidikan entrepreneur K-12, Ciputra Way

Pendidikan Enterpreneur K-12, Ciputra Way

Creating strong Foundation for the Future Entrepreneur Pendidikan entrepreneur yang didisain oleh Program K-12, Universitas Ciputra Entreprenurship Center telah menjadi sebuah alternatif untuk dijadikan kerangka pengembangan keunggulan sekolah secara berkesinambungan dan terstruktur. Pendidikan ini telah menjadi sebuah varian kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) untuk tingkat TK -SMA. Dengan penekanan pada pembentukan karakter, mindset, dan perilaku mencipta dan berinovasi, pendidikan entrepreneur K-12, Ciputra Way yang telah berhasil mengitegrasikan prinsip-prinsip pembelajaran terkini dan entrepreneurial ini memastikan bahwa hasil belajar siswa akan dapat melebihi ekspektasi kurikulum nasional

Indonesia Celebrates Global Entrepreneurship Week

By Agung Waluyo Thousands of young Indonesians together with millions of young people around the world will join a growing movement to generate new ideas and to seek better ways of doing things. Nearly, 75 countries have come together for the first time to host Global Entrepreneurship Week, an initiative to inspire young people to embrace innovation, imagination and creativity. To think big. To turn ideas into reality. To make their mark.

Pendidikan Yang Membangun Kemakmuran - Bukan Sekedar Meniadakan

Oleh Antonius Tanan - University of Ciputra Entrepreneurship Center.   740.206 lulusan Perguruan Tinggi (2007) yang menganggur adalah bukti nyata bahwa Indonesia sudah kelebihan pasokan pencari kerja dan kekurangan pasokan pencipta kerja. Pendidikan kita telah berhasil menghasilkan lulusan dengan tanda lulus belajar untuk masuk ke pasar kerja namun sayangnya kenaikan jumlah lapangan kerja kalah cepat dengan kenaikan jumlah lulusan. Tanpa terobosan baru dalam bidang pendidikan maka sekolah dan perguruan tinggi kita akan menjadi "pabrik" penghasil pengangguran khususnya para penganggur muda yang terdidik. Kondisi ini akan jadi sumber berbagai kekacauan dan bencana sosial yang mengerikan.