Pengelola sekolah di era sekarang diperhadapkan pada 2 isu yang sangat penting. Pertama, bagaimana sekolah dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan misi sekolah dan ekspektasi masyarakat? Kedua, bagaimana mengelola perkembangan dan pertumbuhan sekolah dengan tetap mempertahakan prinsip-prinsip pedagogis dan standar-standar praktek terbaik yang sedang berkembang di dunia edukasi? Isu pertama akan bersinggungan dengan prinsip-prinsip entrepreneurship, sedangkan yang kedua akan menyentuh aspek "praktek-praktek terbaik"
Harus jujur kalau dua isu tersebut tidak mudah dijawab. Sekolah akan sulit merespon kedua pertanyaan tersebut tanpa memahami apa yang terjadi di sekolah-sekolah lain. Sekolah tidak dapat mengklaim telah menjalankan praktek terbaik, tanpa mengetahui apa yang terjadi di setting lain. Sekolah juga akan sulit menentukan arah perberkembangan kalau tidak tahu praktek-praktek yang terjadi diluar setingnya sendiri. Dengan memahami praktek terbaik dari seting lain, sekolah akan mengukur kinerjanya secara lebih baik dan mengurangi proses trial and error.
Untuk memfasilitasi proses terbentuknya budaya sharing tentang praktek-praktek terbaik yang mengarah pada terciptanya "bench marking" sekolah, Program Pendidikan Entrepreneur K-12, Universitas Ciputra Enterprenurship Center membentuk sebuah komunitas bagi sekolah-sekolah yang menerapkan sistem pendidikan entrepreneur Ciputra Way. Ciputra Entrepreneurship School (UC-CES) ini dibentuk agar terjalin sistem komunikasi yang saling berbagi, menguatkan dan berkembang secara berkesinambungan. Dengan adanya UC-CES sistem quality control pendidikan entrepreneur dapat dipertangungjawabkan.
Bukan berarti UC-CES akan menyeragamkan fase pertumbuhan dan perkembangan setiap anggotanya atau membuat sekolah menjadi berpenampilan sama. Setiap anggota UC-CES akan didorong untuk berkembang dengan fase yang sesuai dengan konteks dan daya dukung sekolah. UC-CES` akan mengakomodasikan perkembangan sesuai dengan kemampuan dan potensi yang dimiliki. Sekolah UC-CES akan berkembang sesuai dengan variasi konteks sekolah.
UCEC-CES menetapkan langkah-langkah yang harus diikuti oleh sekolah untuk menjadi anggota.
|
TAHAP KEANGGOTAAN |
FASILITAS |
|
|
JENIS |
KETERANGAN |
|
|
TAHAP ‘Starter' |
|
|
|
TAHAP ‘Apprentice' |
|
|
|
TAHAP ‘Community |
|
|
Seminar atau Konferensi. Wakil dari sekolah, (disarankan dari unsur pimpinan sekolah) mengikuti seminar dan konferensi tentang pendidikan entreprenur K-12, Ciputra Way untuk memperoleh gambaran tentang model kurikulum dan program pembelajaran. Melalui seminar wakil sekolah juga akan mendapat informasi dari sekolah-sekolah yang telah menerapkan sistem pendidikan ini
School leaders workshop. Menerapkan pendidikan entrepreneur menuntut komitmen dari para pengambil kebijakan sekolah. Proses implementasi akan menunut perubahan di beberapa aspek penyelenggaraan sekolah dan pembelajaran. Di beberapa sekolah bahkan menuntut perubahan sistem kerja dan perubahan orentasi pembelajaran. Agar mengetahui standar-standar pendidikan entrepreneur K-12, Ciputra Way, pimpinan sekolah diwajibkan untuk megiktui workshop, sebelum sekolah tersebut mengambil keputusan untuk mengimplementasikan sistem pendidikan ini.
The booster training. Keberhasilan program pendidikan entrepreneur sangat ditentukan oleh komitmen dan kecakapan guru dalam menyelenggraan pembelajaran. Komunitas guru harus mempunyai persepsi dan komitmen yang searah dengan nilai-nilai dan tujuan pendidikan entrepreneur Tanpa adanya dua hal itu, hasil belajar siswa tidak akan optimal. Training the booster harus diikuti oleh semua guru dari sekolah yang akan menerapkan program pendidikan entrepreneur karena dua hal tersebut.
Setelah menyelesaikan training the booster, sekolah diberi kesempatan untuk mempersiapkan infrastruktur atau sistem yang dapat mendukung keberhasilan program pendidikan entrepreneur K-12, Ciputra Way. Pada masa persiapan ini guru mencoba untuk implementasi model pembelajaran. Dengan menjalani sendiri, komunitas guru dan pimpinan sekolah akan membangun pengetahuan dan strategi yang lebih baik dalam penyelenggaraan sekolah dan pembelajaran. Kalau diperlukan, tim dari UCEC akan membantu sekolah dalam menentukan dan menyusun action plan serta memberikan masukan-masukan terhadap implementasi di tahap persiapan ini.
Evaluasi dari tim UCEC. Setelah sekolah merasa bekerja dengan prinsip-prinsip pendidikan entrepreneu K-12, Ciputra Way, Tim UCEC akan melakukan evaluasi bersama-bersama dengan pimpinan sekolah setempat. Tim akan memberikan masukan untuk step pengembangan berikutnya.
Setelah dipandang program sekolah dipandang dalam arah yang sesuai dengan prinsip-prinsip Pendidikan Entrepreneur K -12, Ciputra Way dan mempunyai komitmen untuk terus mengembangkan kwalitas program sekolah dan pembelajaran. Sekolah akan dinyatakan sebagai Candidate (Calon) UC-CES. Pada tahap ini sekolah akan didorong untuk berinovasi agar memenuhi ekspektasi standar best practices yang ditetapkan. Tahap candidate ini akan berlangsung selama 1 tahun. Selama tahap ini sekolah akan mengadakan training-training yang akan menguatkan program sekolah
Setelah implementasi pendidikan entrepreneur dirasakan baik, sekolah akan mengajukan proses akreditasi ke UCEC. Tim akan dikirim untuk melakukan penilaian sekolah. Seandainya program skeolah sudah mencapai standar, UCEC akan memberikan pridikat keanggotaan sesuai dengan nilai pencapaian. Ada 3 jenis jangka waktu keanggotaan. Silver (2 tahun), Gold (3 tahun), Platinum (4 tahaun). Diakhir masa periode, sekolah dapat mengajukan akreditasi lagi.
Recent comments
10 hours 56 min ago
19 hours 15 min ago
20 hours 49 min ago
1 day 2 hours ago
1 day 2 hours ago
1 day 9 hours ago
1 day 9 hours ago
1 day 9 hours ago
1 day 9 hours ago
1 day 10 hours ago